aku masih lagi diberi nikmat Islam,iman n ihsan pd hari ini.
utk aku menghirup udara segar pemberian secara PERCUMA oleh Allah s.w.t..
alhamdulillah..alhamdulillah alhamdulillah..
dalam keasyikan aku menyiapkan tugasan oleh Dr Aniza td sempat aku membuka beberapa laman web pd laptop kesayangan aku ini.hihi.. dan aku terbaca mengenai kelebihan bulan Rejab..lame aku membiarkan mata aku terus tertancap,mengikut setiap baris ayat yg tertulis di situ.bermula dr hari kedua(isnin) kuliah sampai la hari ni n mungkin juge esok,rakan2 ku sudah mula berpuasa sunat sempena bulan Rejab ini..aku? erm..maybe next week..

sebenarnya terdapat banyak hadis2 palsu berkisarkan bulan Rejab yg telah dikeluarkan n diwar warkan oleh mereka yg kurang prihatin mengenai hadis..mungkin juge terlepas pandang mengenai hadis2 tersebut.. aku juga sebenarnya turut mempercayai beberapa hadis palsu tersebut..antara hadis palsu yg 'famous' n sering diperkatakan ialah "Rejab Bulan Allah,Syaaban bulan Nabi n Ramadhan bulan mat nabi Muhammad s.a.w". sungguh! dulu,waktu aku sering ke majlis2 ilmu,para penceramah juge tidak terlepas dr membacakan hadis tersebut..sampai sekarang aku dpt mengingati hadis tersebut. Ya Allah..ampuni kami..
aku terbace artikel mengenai bulan Rejab di laman dakwah.info sebentar td..sangat berguna..insyaAllah..
Kelebihan dari Rajab adalah seperti kelebihan bulan suci yang lainnya.
“Sesungguhnya bilangan bulan-bulan di sisi (hukum) Allah ialah dua belas bulan, (yang telah ditetapkan) Dalam Kitab Allah semasa ia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan Yang dihormati. ketetapan Yang demikian itu ialah ugama Yang betul lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu Dalam bulan-bulan Yang dihormati itu (dengan melanggar laranganNya); dan perangilah kaum kafir musyrik seluruhnya sebagaimana mereka memerangi kamu seluruhnya; dan ketahuilah Sesungguhnya Allah beserta orang-orang Yang bertaqwa.”
(At-Tawbah 9: 36).
Nama-nama bulan suci ini telah disebutkan dalam sebuah hadits yang sohih Nabi saw. dalam haji wada. Menurut hadits ini, terdapat empat bulan suci, tiga berturut-turut-yaitu, Dhul-Qi `dah, Dhul-Hijjah, dan Muharram dan keempat adalah Rajab, yang datang antara Jumada Thani dan Sha` ban.
Menurut ayat di atas, maka sesungguhnya Allah swt, telah memerintahkan umat Islam untuk tidak menyalahkan diri sendiri (atau lainnya), khususnya di bulan suci ini. Jadi tidak ada di antara suku-suku yang berperang selama bulan ini, sehingga masyarakat akan menjamin bahwa jalan ke Rumah Suci akan aman. Hal ini ditunjukkan oleh Allah Maha Kuasa berkata dalam ayat lain:
“kemudian apabila habislah (masa) bulan-bulan Yang dihormati itu maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana sahaja kamu menemuinya, dan tawanlah mereka, dan juga keponglah mereka, serta tunggulah mereka di tiap-tiap tempat mengintipnya. kemudian jika mereka bertaubat (dari kekufurannya) dan mendirikan sembahyang serta memberi zakat, maka biarkanlah mereka (jangan diganggu). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”
(At-Tawbah 9: 5).
Antara lain kata-kata orang pada bulan haram ini dalah untuk menghindarkan daripada membuat dosa atau membuat kesalahan kepada orang lain.
Berpuasa sunat secara sukarela puasa di bulan suci, termasuk Rajab, sangat dianjurkan. Abu Dawud melaporkan daripada Mujibah Al-Bahilyyah bahwa Nabi saw. berkata kepada ayahnya atau bapa saudara,
"Berpuasalah untuk beberapa hari di bulan suci dan tinggalkan puasa pada hari lainnya."
Oleh kerana itu, melakukan perbuatan baik, termasuk puasa, di bulan Rajab pada umumnya merupakan hal yang terpuji seperti hal tersebut di bulan suci yang lain. Menurut Ibnu Hajar, tidak ada hadits, apakah sohih atau hasan, yang melaporkan tentang kelebihan berpuasa di bulan Rejab sahaja.
~~insyaAllah sbg panduan di kemudian hari..

